Sabtu, 03 Oktober 2026

CINTA TERLARANG SANG DOKTER


Catatan: Cerita ini tidak sama persis dengan kejadian aslinya...hanya sekedar fiksi. Dan jika ada kesamaan nama serta tempat, ini bukan ditujukan pada anda.
Lagu pengiring telah disesuaikan dan yang mengiringi cerita saat itu

Genre : Romance, drama, slice of life


Catatan Penulis : Karin Widyasari, 43 tahun, telah menikah dengan Randy selama 18 tahun ketika bertemu dengan Prasetyo. Kehidupan rumahtangga Karin sangat dingin karena Randy memiliki wanita lain dalam pernikahannya bersama Karin. Dan selama 18 tahun usia pernikahannya...Karin tidak pernah mengalami orgasme sampai pada suatu saat, bersama Prasetyo, untuk pertama kali dalam hidupnya, ia merasakan puncak kenikmatan itu. Rahasia inilah yang kemudian mengikat jiwanya...yang tidak bisa ia lupakan seumur hidupnya, bahkan ketika akalnya berteriak untuk melepaskannya..


BAB I : MALAM YANG PANAS

Hujan bulan Oktober 2013 membasahi kota Pontianak dan kaca jendela Hotel Grand Mercure. Di dalam kamar lantai 21, aroma bunga melati bercampur dengan wangi keringat dan desahan yang baru saja mereda. Karin Widyasari, wanita berusia 43 tahun, menatap langit langit kamar dengan mata yang berkaca kaca. Jantungnya masih berdebar debar diringi rasa sesak yang menyelimuti dadanya.

Disamping Karin, Prasetyo, pria muda yang terpaut usia 11 lebih muda dari Karin, 32 tahun, tersenyum lembut kepada Karin, senyum yang membuat Karin merasa kembali muda, senyum yang membuat Karin lupa bahwa ia adalah seorang dokter spesialis Kandungan yang sangat dihormati, istri seorang pengusaha sukses dan juga merupakan bendahara Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.

"Sayang...ini salah", bisik Karin. Tapi suaranya hampir tidak terdengar, tenggelam dalam suara hujan yang semakin deras.

Prasetyo berbalik ke arah Karin, menatap wajahnya lembut dan meraih tangan Karin serta mengecupnya, "tapi ini terasa benar sayang, ini cinta", jawabnya.

Karin memejamkan matanya, ia tahu bahwa ia telah mengkhianati suaminya dan istri Prasetyo. Dan ia merasa sangat diinginkan sebagai perempuan, ia tidak ditinggalkan setelah menyelesaikan permainan ini, ia disayangi dan dipeluk Praseto. Karin diperlakukan bukan sebagai aksesoris, bukan sebagai dokter, tetapi sebagai seorang peremppuan yang layak menerima cinta dari kekasihnya.

Namun, ada sesuatu yang lain, yang Karin tidak bisa jelaskan dengan kata kata.

Malam itu, untuk pertama kali dalam hidupnya, dalam 43 tahun usianya, dalam pernikahan 18 tahun bersama Randy, Karin mencapai orgasme.

Selama ini, dia mengira, dia adalah wanita yang sulit, dingin sampai ia mengira ada yang salah dalam tubuhnya. Karin mengira bahwa kenikmatan yang di gambarkan di buku buku, di film film hanyalah fiksi belaka.

Tapi malam ini, bersama Prasetyo semua berubah. Pria itu tidak terburu buru, Pras menyentuh Karin dengan penuh kelembutan dan kesabaran, seolah wanita itu adalah kaca yang gampang pecah. Prasetyo mencium Karin, seolah setiap inci tubuh Karin adalah sesuatu yang berharga. Dan ketika puncak itu datang, Karin menangis, seolah dahulu dirinya hidup dalam kegelapan. Ia merasa dihargai, dicintai dan dibutuhkan, bukan sebagai tempat pembuangan hajat belaka.

"Kenapa nangis sayang?' tanya Praseto, menyentuh pipi Karin.

"Gapapa sayang, lupakan."

Prasetyo tidak mendesak. Ia hanya memeluk Karin didadanya, membiarkan wanita itu menangis dalam pelukannya.




Huaaa...sudah hampir jam 02 subuh...lanjut besok ya...kalo mood. Sambil ngetik, pikiran ikut melayang layang nih. Maafkan kalo ada kata kata yang vulgar disini ya..hehehe biar penasaran, baik yang nulis atau yang baca. Mudah2an tetap konsisten, bukan cerita yang menggantung belaka. Karena memang cerita inipun mempunyai ending walau sedih. huhuhu...sad.

Sarangheo...luv u





Tidak ada komentar:

Posting Komentar