Sabtu, 29 Agustus 2026

FEAR OF ABANDONMENT

 





Seperti biasa...membaca isi cerita saya harus sambil dengerin backsound nya.

Kali ini saya ingin membahas tentang yang namanya "Fear Of Abandonment" yaitu salah satu gangguan kepribadian yang tidak terlihat secara sepintas. tetapi gangguan ini akan muncul dalam sikap dan gaya hidup ketika penderita ini mengalami situasi ketika otak penderita menangkap sinyal bahaya yang memicu respon "Fight Of Flight".

Mengakui pada diri sendiri dan pada publik bahwa kita menderita gangguan ini adalah suatu langkah jujur yang tidak semua orang mau mengakuinya. Dan ini tentunya merupakan langkah awal yang sangat berani untuk saya dan itu juga merupakan hal pertama yang harus dilakukan untuk proses penyembuhan.


Kenapa kok baru di usia sekarang sekarang ini baru terpikirkan bahwa kita mengalami gangguan seperti ini ? Tentunya dulu saya masih berstatus perempuan yang bersuami. Ada hal hal yang saya pikir itu merupakan suatu kewajaran jika saya saya akhirnya melakukan suatu tindakan tindakan dalam usaha "save my heart".. 
Saya bukan orang yang mempunyai latar psikologi, tetapi saya adalah orang yang sangat suka menganalisa diri sendiri dengan banyak mencari tahu lewat bacaan bacaan yang selaras dengan yang saya alami.

Seingat saya, pada saat SD...dan sampai SMA, saya adalah seorang yang pendiam dan introvert. Saya merasa tidak semua teman menerima saya sebagai temannya, saya bukan orang yang satu circle dengan teman teman masa sekolah, sehingga saya lebih banyak diam dan menarik diri dari pertemanan. Di rumah juga saya adalah seorang anak yang "dikekang" tidak bisa mengatakan apa isi hati saya, dukungan secara psikologi inilah yang tidak saya dapatkan dari orangtua.
Kondisi seperti kemudian diperberat ketika saya bertemu dengan seseorang yang kemudian menjadi suami saya sejak saya berusia 19 yahun, seorang yang saya rasa bisa dikategorikan NPD. 
Mengalami abuse mental selama pernikahan 27 tahun lamanya, bukan waktu yang sebentar...karena ini menghabiskan sebagian besar seluruh hidup saya saat ini.

Dan saat ini, ketika saya sudah berstatus single, harusnya tidak ada lagi yang meng abuse saya kan...tetapi ternyata betapa sulitnya menjalin hubungan dengan semua orang . Dipikit pikir...untuk apa sih terlibat lagi dengan seseorang? Toh dengan usia saat ini..yang harus diperhatikan dan yang mejadi fokus utama adalah mikirin diri sendiri dan anak anak. Tetapi itu kan maunya kita...masalah hati itu ranahnya Allah. Tidak bisa dihindari untuk tidak bertemu dengan orang orang yang baru dalam hidup ini.

Nah disitulah saya merasa ada yang memang salah dalam dirri saya. Saya mengalami rasa cemas yang sungguh berlebihan ketika "dekat" dengan seseorang. Saya merasa sangat "lelah", otak saya kerasa sangat full.
Dan kecemasan seperti itu ternyata merupakan gangguan kepribadian yang sudah lama saya derita...saya dulunya mikir bahwa jika saya hanya ingin balas dendam aja dengan sikap Almarhum suami...ternyata itu bukan hanya sekedar sikap membalas...itu adalah respon otomatis ketika otak saya menangkap sinyal bahaya.

Kecemasan yang muncul ketika mempunyai teman dekat...tidak akan muncul jika saya tidak mempunyai seseorang yang dekat dengan saya. Dulu waktu masih kecil...orang terdekat itu tidak hanya lawan jenis saja...tetapi juga kepada teman perempuan. Seingat saya...saya pernah mendoktrin sahabat perempuan saya...karena dia lebih sering main dengan teman perempuan yang satu lagi...saya takut ditinggalkan dan tidak diajak bermain lagi. Dan saya akan nangis berhari hari lamanya..ketika ada barang saya yang hilang dan atau ada makanan saya yang di kulkas di ambil orang tanpa sepengetahuan saya. 
Saya type orang yang mempunyai cara mencintai terhadap "sesuatu" dengan sangat berlebihan. 
Lihatlah ketika ada yang menyarankan untuk open adopt kucing kucing saya yang banyak ini...manalah saya mau...kucing saya adalah punya saya satu satunya, mereka boleh hilang dari saya jika hanya mereka mati. Karena saya tidak mungkin melawan kematian, saya tidak mungkin melawan takdir Tuhan.

Mendoktrin otak...agar saya lebih smooth...lebih lembut dalam memiliki sesuatu adalah pekerjaan saya sehari hari. Sampai saya merasa bahwa tulisan saya yang backsoundnya lagu Troy Kholagi dalam tulisan "Ruang Teduh" adalah salah satu cara agar saya lebih menerima bahwa tidak semua hal yang dalam hidup ini harus kita genggam.

Oh ya balik ke judul di atas, tentang Fear Of Abandonment ini... hubungan pertemanan dan asmara adalah yang paling terdampak dari penderita gangguan ini, karena menggunakan rasa hati. Efek yang saya rasakan adalah saya selalu membuat kesimpulan ketika komunikasi megalami delayed atau ada gangguan dan hambatan dalam komunikasi.

Biasanya yang saya lakukan bukan malah protektif, tetapi saya mulai menarik diri dalam lingkup hubungan dan menghilang pelan pelan. Ataupun mulai mencari cara aman ketika memang hal itu terjadi..saya dalam kondisi aman.
Hal ini sungguh mengganggu...saya tidak mempunyai teman yang dapat saya percayai lagi. Itulah kenapa saya sangat mencintai kucing kucing saya...karena binatang adalah mahluk paling jujur. Mereka tidak mempunyai orang lain lagi selain tuannya yaitu saya. Saya adalah satu satunya "dunia" untuk kucing kucing saya. Saya tidak merasa terancam akan dibohongi oleh kucing kucing saya.

Saat ini...saya sudah melakukan hal yang memang harus saya lakukan terlebih dahulu yaitu dengan terbuka dengan kondisi ini. dan tanggal 5 September 2026, saya mempunyai jadwal hypnoterapi untuk menghilangkan trauma masa kecil dansaat menjadi seorang istri yang di abuse. Agar kecenderungan ini menghilang dan sembuh..saya memerlukan seseorang yang selalu mendukung saya...support saya.

Aamiin...semoga ini berhasil.
saya akan menulis lagi perkembangan pengobatan ini selanjutnya setelah sesi hypnoterapi.

Love u All...Sarangheo

Note. Jangan pernah melakukan "pengabaian" terhadap anak dan pasangan karena menyembuhkan mental seseorang yang rusak adlah suatu pekerjaan memakan waktu yang bukan sebentar. efeknya bisa sampe bundir...seperti hal yang dulu ingin saya lakukan.