Dengerin lagunya sambil baca tulisan saya ya...lebih ngena aja gitu
Malam minggu...saya tiba tiba fokus dengerin lirik lagunya RAIM LAODE. Wow...liriknya sungguh amaze...sudah sering saya baca di postingan instagram kah atau tiktok dan ya saya juga sering berpikir tentang hal itu. Isi hati itu kan ada di diri kita ya...hati juga secara fisik ada didalam tubuh kita...tapi coba...apakah kita bisa mengatur rasa hati ketika tiba tiba hati ini menyukai seseorang, padahal mungkin isi otak kita...pikiran kita tidak sejalan dengan isi hati.
Pernah gak dalam kondisi seperti ini....pikiran kita kan menganalisa secara logika bahwa ...misal kita suka sama seseorang...hasil analisa otak kita gini: nih orang bla...bla...bla, tapi hati kita gak nerima semua itu. Saya pernah mengalaminya seperti itu, gilaa sakit banget...sampe rasanya pingin memeras isi hati ini...diambil gitu trus dicuci aja kayak baju.
Nah...tapi disitulah saya sadar bahwa...untuk urusan hati kitapun...kita tak punya kuasa untuk mengaturnya...itu ternyata urusan Tuhan, maka sejak saat itu...saya hanya meminta pada Allah karena DIA lah pemilik hati semua manusia di dunia ini.
Lagu Raim Laode...mengingatkan saya akan hal tersebut. betapa tak berdayanya kita sebagai manusia menghadapi semua ketetapan TAKDIR, walaupun hanya urusan pada siapa hati kita berlabuh, kita tak bisa mengaturnya.
Lagu "Dunia Yang Nanti" dari sisi spiritual, hati manusia berada dalam genggaman Sang Pencipta (fyi...saya ngetik ini sambil nangis...sungguh saya mengingat bahwa banyak hal yang tidak bisa saya gapai sesuai rencana saya karena mungkin menurut Allah...rencana saya belum baik untuk saya). Oh ya karena kita fokusnya ke lagu ini....sebagai manusia, kita tidak bisa merencanakan kepada siapa rasa cinta itu tumbuh. Jatuh cinta adalah peristiwa eksistensial yang ada di luar kendali logika (ingatkan bahwa saya pernah mengalami "perang" antara isi hati dan isi otak/ pikiran) dan kehendak ego manusia.
Selain itu...lagu ini mengajarkan keikhlasan bahwa tidak semua yang kita inginkan itu harus kita miliki (ini beneran lho...nyambung juga dengan tulisan saya judulnya RUANG TEDUH yang terinspirasi dari lagu TROY KHOLAGI yang berjudul "Memaksa Waktu"). Di lagu Raim Laode ini ada semacam kedewasaan spiritual untuk mencintai tanpa harus memiliki dan menyerahkan rasa itu ke "dunia yang nanti" atau dunia keabadian. Oh Ya Allah...sedangkan jelas banget ...suami yang resmi kita miliki pun belum tentu bisa kita miliki hatinya...cintanya. Walaupun saya rasanya dulu ingin menangis darah meminta sama Allah tentang hal ini, tapi ternyata itu bukan milik saya.
Kadang..cinta yang tidak berujung seringkali memaksa jiwa untuk melampaui nafsu untuk memiliki (pernah dengarkan...bahwa ada yang nekad menggunakan sarana ilmu hitam untuk sekedar memuaskan nafsu memiliki seseorang?) Untuk hal ini...sayapun pernah mengalaminya...ketika milik saya diinginkan oleh orang lain...dan menggunakan cara tidak baik utk memenuhi nafsunya). Sebenarnya dalam sudut pandang Tasawuf atau pembersihan hati, rasa sakit akan kerinduan itu dapat menjadi sarana dalam menyucikan hati...menyerahkan urusan ini kepada Sang Pencipta.
Mencintailah secara murni...tanpa mengharap balasan Duniawi.
Oke...segitu aja review saya...intinya saat ini ...kesadaran yang saya punyai adalah...meminta semuanya kepada Sang Pemilik Hidup ini. karena kadang merayu Tuhan pun saya tak sanggup...Kadang saya sampe menangis tersedu sedu ketika merayu ALLAH.
Sarangheo... I Love U
Tidak ada komentar:
Posting Komentar