Setiap pasangan memiliki cerita. Ada kisah yang dimulai dari pertemuan di simpang jalan, pertemuan di keramaian dan sebab sebab lain yang mengawali sebuah pertemuan itu. Dari titik awal itu, dua hati sepasang manusia yang sebelumnya asing, tidak saling kenal saling menemukan, membangun hubungan yang penuh cinta, tawa, airmata, badai dan perjuangan. Tidak semua yang dilalui indah, ibarat sebuah kapal yang berlayar di laut lepas dan berakhir di pantai tenang , begitulah sebuah perjalanan yang kami dilalui.
Kumpulan cerita yang akan saya tulis ini lahir dari refleksi atas perjalanan kami, Rudyzar Zaidar Mochtar dan Rina Wulandari yang tidak selalu mulus, tetapi tetap indah dalam ketidaksempurnaannya. Diawali dengan pertemuan tanpa sengaja, momen momen yang tak selalu indah yang berusaha saya kumpulkan dalam ingatan saya selama 33 tahun ini bersama Rudyzar Mochtar.
Kisah ini juga akan menggambarkan bagaimana sebuah rasa yang berkembang, tidak hanya sebagai perasaan tetapi juga harus menjadi komitmen, semua yang menjadi bagian dari perjalanan panjang sebuah pernikahan.
Namun seperti kehidupan yang selalu berputar, cerita ini juga akan menghadirkan saat saat tersulit kami, ketika akhirnya perpisahan kami yang tak bisa saya cegah karena semua itu adalah Takdir dari ALLAH, tetapi cinta tetap menjadi pengikat yang meninggalkan jejak yang tak akan saya lupakan dan tak mungkin terhapus.
Melalui kisah yang akan saya tulis, saya ingin berbagi betapa berharganya waktu yang dimiliki bersama orang terkasih, sekaligus untuk mejadi kenangan yang akan saya baca, yang akan anak anak kami baca serta cucu cucu kami nanti. Dan cinta juga adalah perjalanan panjang yang tak selalu manis seperti permen, tak selalu indah..tetapi selalu bermakna.
Minggu, 19 Januari 2025, hari ke 9 kepergianmu Rudyzar Mochtar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar