Sabtu, 18 Januari 2025

CINTA DIUJUNG WAKTU


 Pengantar Cerita

Setiap pasangan memiliki cerita. Ada kisah yang dimulai dari pertemuan di simpang jalan, pertemuan di keramaian dan sebab sebab lain yang mengawali sebuah pertemuan itu. Dari titik awal itu, dua hati sepasang manusia yang sebelumnya asing, tidak saling kenal saling menemukan, membangun hubungan yang penuh cinta, tawa, airmata, badai dan perjuangan. Tidak semua yang dilalui indah, ibarat sebuah kapal yang berlayar di laut lepas dan berakhir di pantai tenang , begitulah sebuah perjalanan yang kami dilalui.

Kumpulan cerita yang akan saya tulis ini lahir dari refleksi atas perjalanan kami, Rudyzar Zaidar Mochtar dan Rina Wulandari yang tidak selalu mulus, tetapi tetap indah dalam ketidaksempurnaannya. Diawali dengan pertemuan tanpa sengaja, momen momen yang tak selalu indah yang berusaha saya kumpulkan dalam ingatan saya selama 33 tahun ini bersama Rudyzar Mochtar.

Kisah ini juga akan menggambarkan bagaimana sebuah rasa yang berkembang, tidak hanya sebagai perasaan tetapi juga harus menjadi komitmen, semua yang menjadi bagian dari perjalanan panjang sebuah pernikahan.

Namun seperti kehidupan yang selalu berputar, cerita ini juga akan menghadirkan saat saat tersulit kami, ketika akhirnya perpisahan kami yang tak bisa saya cegah karena semua itu adalah Takdir dari ALLAH, tetapi cinta tetap menjadi pengikat yang meninggalkan jejak yang tak akan saya lupakan dan tak mungkin terhapus.

Melalui kisah yang akan saya tulis, saya ingin berbagi betapa berharganya waktu yang dimiliki bersama orang terkasih, sekaligus untuk mejadi kenangan yang akan saya baca, yang akan anak anak kami baca serta cucu cucu kami nanti.  Dan cinta juga adalah perjalanan panjang yang tak selalu manis seperti permen, tak selalu indah..tetapi selalu bermakna.


Minggu, 19 Januari 2025, hari ke 9 kepergianmu Rudyzar Mochtar

Selasa, 14 Januari 2025

Cerita Untuk Suamiku Rudyzar Mochtar


LIMA HARI TERAKHIRMU



Hari Pertama

Senin sore tanggal 6 Januari 2025, Rudy telpon via Whatshapp untuk  minta daftarkan  ke Poli Jantung di RS Mitra Medika karena sejak Rudy dan anak bungsu kita Kalip pulang liburan dari Singapura tgl 28 Desember 2024, perut Rudy sering kembung dan sakit maag serta pegal dibagian belakang.

Sore jam 17.00 Rudy ke RS ditemani adik bungsu Edy, dan Rina sama Leti menyusul kemudian. Setelah pasien ke 3 keluar ruang poli, sekarang giliran Rudy untuk diperiksa, pada saat Rudy ke ruang pemeriksaan jantung, Rina bicara ke dokter untuk berpesan  agar apapun hasilnya.., Rudy harus rawat inap. Rina bilang ke Rudy...paling juga hanya 2 sampai 3 hari seperti biasa jika Rudy ranap yang disebabkan jantung.

Malam selasa kita mulai tidur di RS, Rudy tidak bisa tidur sama sekali karena terus menerus merasa sesak, paginya...Rina harus pulang karena harus mempersiapkan Kalip sekolah. Yang jagain Rudy, bu Ros atau Edy, kita gantian untuk nungguin kamu Rud.

Hari Kedua

Malam kedua, Rudy di Rs...Rudy mulai sudah bisa tidur nyenyak...karena sudah diberi obat tidur dan pasang kateter. Malam kedua ini Rina juga bisa tidur lebih nyenyak karena kan Rina juga kurang sehat sejak kena serangan jantung di Akhir November tahun 2024, Rina udah gak bisa terlalu lelah.

Hari ketiga

Seperti biasa, pagi jam 5.30 Rina  pulang ke rumah dan lanjut ngantor. Tapi apalah daya...hari Rabu itu, jam 09.00 pagi, dada kanan terasa nyeri karena terlalu banyak sarapan gorengan bakwan yang merupakan kue favorit,  sempat manggil tukang pijit di kantor, tetapi justru malah makin lemes dan sesak, tadinya ingin pulang lebih awal jadi pulang sore sembari menunggu  lebih kuat naik motor pulang ke rumah. Hari Rabu itu Rina izin gak bisa nemani  tidur di Rs, bu Ros yang gantiin Rina untuk tidur di RS. sementara Rina di rumah..gak sanggup untuk gerak gerak, hanya tiduran saja di rumah.

Hari keempat

Kamisnya, setelah absen di kantor, Rina ke RS, ternyata Rudy masih tidur dengan nyenyak...bu Ros info kalo Rudy tuh minta selimut karena kedinginan dan gordynnya ditutup biar tidak silau. Karena Rudy masih tidur,  kemudian Rina juga ikutan tidur, karena masih lemes juga. Siangnya Rina pulang dan Rudy sementara ditemani Edy . Anak anak ... Leti dan Kalip ke RS sore, malam nya Rina datang ke RS untuk nemani RUDY tidur. Malam itu Rudy juga masih tidur nyenyak, sehingga Rina juga bisa tidur dengan tenang.

Hari kelima

Jumat tanggal 10, seperti biasa Rina pulang jam 05.30   ke rumah , nyiapin Kalip sekolah dan langsung ke kantor. Pagi itu di kantor... sempat senam sehat bersama murid murid, dan setelah itu balik ke RS. Saat sampai..Rudy lagi di toilet dan ternyata sudah lepas infus. Senang sekali bahwa dokter sudah memperbolehkan Rudy pulang pada hari Sabtu.  Pada jam 11 an...bang Along, teman akrab Rudy datang berkunjung, sehingga Rinapun pamit pulang ke rumah, karena kan Rina pikir....kondisi Rudy aman. sekalian juga ganti seprai tempat tidur di rumah untuk persiapan Rudy pulang hari Sabtu.

Rina balik ke Rs..malam hari. Rudy masih tertawa tawa Rud, bergurau bersama adik dan ponakan-ponakan. Tapi tak pernah sama sekali Rina duga dan tak pernah disangka bahwa itu hari terakhir Rudy. Rudy mengeluhkan nyeri dada, pasang oksigen..dan kepala Rudy langsung terkulai, Rina sempat menyanggah kepala Rudy dengan tangan kanan...Rina katakan, "Rud, kalo mau muntah...muntahlah". Serius Rud...Rina mikir itu hal biasa.

Rina melihat mata Rudy dan tarikan nafas kuat Rudy yang terakhir pada saat kepala Rudy berada di tangan Rina. Rudyzar Zaidar Mochtar...andai Rina tahu..itulah nafas terakhir Rudy...tak kan Rina lepaskan tangan Rina Rud... dan digantikan oleh bantal Rs. Rina kehilangan Rudy secara tiba tiba ...tanpa Rudy memberikan pesan apapun pada Rina. sesak terasa Rud. Rina tidak siap Rudy pergi, banyak peer yang Rina tugaskan ke Rudy, banyak harapan yang Rina sematkan di pundak Rudy, banyak rencana di tahun 2025 ini yang sudah kita diskusikan.

Tapi apalah daya harapan seorang manusia, ALLAH lebih tahu apa yang terbaik untuk umatNya. ALLAH sudah memanggil Rudy kembali.

33 tahun sudah Rudy  dipinjamkan oleh ALLAH Ke Rina sejak pertama kali kita bertemu di tahun 1990. dan 27 tahun 1 bulan Rudy menjadi suami Rina di 10 Desember 1997.

SELAMAT JALAN RUDYZAR ZAIDAR MOCHTAR, suami Rina tercinta. RUDY selalu dihati Rina dan anak anak kita

 

Pontianak, 15 Januari 2025